Prompt # 10 : Shioban dan Kereta Kuda


Sebuah kereta kuda bercahaya, terpendar merah turun dari langit malam lalu mendarat pelan di depan sebuah istal. Tiba-tiba, cahayanya berubah putih hingga menerangi separuh hutan Fujimori. Shioban yang sedang melangkah gontai setelah berhari-hari tak menemukan obat yang dicarinya, terkesiap.

"Itu dia!"

Shioban berlari secepat mungkin ke arah kereta kudanya yang sempat hilang secara misterius beberapa hari yang lalu.

Cahaya itu tiba-tiba lenyap. "Dimana kereta kuda itu?!" Shioban kehabisan tenaga dan putus asa. Lalu dia terjatuh karena kelelahan.

***

Shioban bangkit. Dia teringat pesan dari nenek peramal di desanya, untuk segera mendapatkan Daun Mori yang ada di Kerajaan Fujimori, agar bisa menyembuhkan anaknya yang hampir sekarat.

Samar-samar dia mendengar suara ringkikan kuda. "Tempat apa ini?" Cahaya putih menyilaukan mata Shioban.

"Kamu berada di Istal Kerajaan Fujimori!"

Shioban kaget melihat sosok serupa Jin berwarna hitam yang ukurannya hampir setinggi atap.

"Ka.. kamu siapa?!"

"Aku adalah Jin Penjaga tempat ini! Apa yang kamu lakukan disini?!"

Pelan-pelan Shioban mundur ke belakang, mencari kesempatan untuk lari ketika Jin Penjaga itu lengah. Tapi, tiba-tiba punggungnya menabrak sebuah benda yang terbuat dari kayu. Ketika menoleh ke belakang, Shioban terbelalak.

"Aku ingin mengambil kembali benda ini!"

"Kereta kuda hanya untuk para ratu dan penyihir."

"Memangnya apa yang akan kamu lakukan jika aku menginginkannya?" kata Shioban sambil mendelik ke arah jin penjaga.

"Maaf! Walaupun kamu yang membuatnya, kamu tidak bisa memilikinya!"

"Darimana kamu tau kalau aku yang membuatnya?!

"Aku dulu adalah Jin Penunggu dari Pohon Mori yang kamu pahat hingga menjadi kereta kuda ini! Pohon itu adalah Pohon Keabadian milik salah satu Penyihir di negeri ini. Siapapun manusia yang menebarkan bibitnya akan ikut abadi, tapi jika pohon itu ditebang tanpa menggantinya dengan bibit yang baru, maka manusia yang melakukannya juga pelan-pelan akan mati!"

Jin Penjaga itu tertawa sinis. "Karena anakmu sudah menebangnya, maka dia harus menerima akibatnya!"

Shioban bersimpuh. "Aku mohon ampuni anakku. Dia sama sekali tidak tau apa-apa!"

"Baik! Aku punya satu cara yang bisa menyelamatkan anakmu!"

"Asalkan anakku bisa sembuh kembali, apapun akan kulakukan."

Jin Penjaga itu menunjuk kereta kuda Shioban. Tiba-tiba, duri-duri dan dedaunan kecil merambat di sekelilingnya.

"Daun Mori yang ada diantara duri beracun itu akan menjadi obatnya. Tapi, daun itu akan berkhasiat hanya jika kamu bisa memetik tanpa menyentuh durinya dan menerima persyaratan dariku!"

"Baiklah."

"Ambilah daun itu, rebus dan minumkan airnya pada anakmu, dia akan kembali seperti sedia kala.

Shioban bahagia mengetahui anaknya akan sembuh, ternyata semua yang dilakukannya tidak sia-sia.

***

"Demi bumi ini, tanamlah kembali apa yang sudah kamu ambil Nak.. Semoga kamu bahagia dan sehat selalu..."

Ichiban tak kuasa menahan tangis, setelah membaca surat terakhir ayahnya.

30 comments

  1. Waahh... pengorbanan seorang ayah :)

    ReplyDelete
  2. Ada makna pesan di cerita ini, keren :)

    ReplyDelete
  3. berarti bapaknya shioban udah melanggar, dong?

    ReplyDelete
  4. Yg nebang pohon kan anaknya mak, dia cuma nyentuh daunnya dan nerima syaratnya, makanya koid.. :D

    ReplyDelete
  5. Kok aku ngerasa ada yang patah di antara: Shioban pingsan karena kelaparan, trus tiba-tiba ada di istal...

    ReplyDelete
  6. hmmm...ntar saya pikir dulu ya...apa yg bisa menyambung patahannya itu :D

    ReplyDelete
  7. okey.. tak edit dulu ..:D makasih mak carra n mak hana.. :D

    ReplyDelete
  8. ini dongeng. tidak murni FF. tapi aku suka.

    cuma, itu kan shioban meligat anaknya sembuh. kok ichiban baca surat ayahnya?

    satu lagi. ichiban itu merk selotip bukan sih? :)))

    ReplyDelete
  9. oh iya yah... :D
    itu merk permen coklat waktu saya masih kecil.. *hihihi*

    Ichi itu artinya Satu mak, *bhs jepun*

    ReplyDelete
  10. meringis sama persis kaya banner kucing hitamnya mbak Reenee :D

    ReplyDelete
  11. kalo anak2 dibacaan ini pasti jadi anak baik :)

    ReplyDelete
  12. Sudah diedit ternyata.. Hehe,.

    jadi, itu Shiobannya tewas yah..

    ReplyDelete
  13. Bagus banget kalo jadi dongeng anak. bikin anak2 menyayangi tanaman :D. nice

    ReplyDelete
  14. :D iya mbak,walopun maksud sebenarnya untuk mencegah penebangan hutan hehehe...

    ReplyDelete
  15. seharusnya memang begitu ya, jadi alam tetap seimbang.

    ReplyDelete
  16. Jadi, syarat yg diajukan si Jin untuk si Shioban ini adalah pertukaran nyawa gitu mbak?
    Aku rada' bingung sebenarnya ama ceritanya. Atau mungkin aku yg rada' telmi, hehe
    Tapi aku suka dengan visi yang tertangkap kepalaku ini:
    "Jika kamu tak sanggup mengganti bibit sebuah pohon, maka jangan kamu tebang pohon tersebut".
    Klo aja tiap pohon di Indonesia ini adalah pohon keabadian penyihir, pasti ga ada yang berani sembarangan menebang tanpa menanam lagi :D

    ReplyDelete
  17. iya, nyawa ditukar dengan nyawa :D

    Yah, doain aja ada pohon kyk gitu di Indonesia.. :D

    ReplyDelete