#8 Minggu Ngeblog: My First Love


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima.

~oOo~


Cinta Pertama..?

Aku menemukan cinta pertamaku ketika masih SD. Eh! Masih kecil udah bisa main cinta-cintaan yah... :D tapi, yang ini lain. Cinta yang ini memang cinta yang paling spesial selama hidupku. :)

Siapakah dia??

Hmm...

Aku telah jatuh cinta dengan ahlak, budi pekerti dan kerendahan hatinya. Dia mampu menjawab dan membuktikan semua pertanyaan-pertanyaanku tentang hidup ini. Mengajariku banyak hal, terutama kesabaran dan cara mencintai Tuhan, serta membimbingku untuk beribadah dengan cara yang semestinya. Tempatku mencari jawaban mengenai cara menghadapi semua orang, cara menghadapi kehidupan dan kematian, dan cara berjuang dalam kerasnya hidup ini. Hatinya lembut selembut kapas, tapi tekadnya keras sekeras perjuangannya di jalan kebaikan. Pantas jika dia dicintai banyak orang.

Saat itu aku tidak tau harus berbuat apa, untuk menghadapi orang-orang yang menghina, menyakiti dan meremehkanku. Aku tak bisa membalas dengan kemarahan ataupun dengan perbuatan yang lebih kejam. Aku tak berdaya, tak punya kekuatan bahkan untuk membalas dendam. Aku merasa adalah orang yang memiliki selemah-selemahnya kekuatan. Hingga membuat "si Aku kecil" terus mempertanyakan apa yang semestinya dilakukan dan untuk apa menjalani hidup ini. Kenapa banyak manusia menyakiti manusia lainnya, apa iri dan dengki itu, dan mengapa manusia bisa bersikap kasar dalam ucapan serta tindakannya.

Hingga aku pun mengenalnya. Dia begitu mengerti diriku. Dialah orang yang paling ingin aku temui. Orang yang ingin kujadikan sahabat. Aku tak berani menjadikannya seorang kekasih, karena aku merasa bahwa aku bukanlah seorang manusia yang layak untuknya. Tapi aku benar-benar mengharapkan bisa mengenal lagi orang yang memiliki watak, sifat dan perilaku seperti dirinya. Seseorang yang tak pernah kutemui dalam hidupku sampai hari ini.

Kalaulah kalian tau betapa sering aku merindunya. Kadang aku tak bisa menahan air mata yang tiba-tiba bercucuran, karena terlalu berharap bisa menemuinya walau hanya dalam mimpi atau bisa mengenal seseorang yang mirip seperti dirinya. Seseorang yang bisa membawakan ketenangan dalam batinku, menemani dan membimbingku ke jalanNya. Tapi aku sadar-sesadarnya, tak ada orang yang seindah dirinya.

Entah kapan aku bisa berkunjung ke tanah kelahiran dan menziarahi kuburnya. Mungkin dengan membaca tulisan-tulisan tentangnya, akan sedikit mengobati kerinduan-kerinduanku yang terus membuncah, tulisan-tulisan tentangnya yang mampu membuatku tersenyum menghadapi pahit getirnya hidup. Aku ingin dia terus ada dalam setiap jejak langkah hidupku, hidup dalam ahlak dan perbuatanku, tak ada lagi yang bisa kuberikan untuk mengenangnya selain melakukan apa yang dia minta, dan menjalani semua pesan dan amanahnya.

Tulisan-tulisan tentangnya tak sedikitpun menunjukkan kemarahan atau kesusahan. Selain rasa syukur, keimanan, sifatnya yang amanah dan kelembutan hatinya. Cinta pertamaku yang tak pernah lekang oleh waktu, meski kadang aku lupa dan tak menghiraukannya. Ah, aku hanya manusia biasa yang sering khilaf dan kadang lupa bersyukur bahwa Dia adalah anugerah dan hidayah terbesar yang pernah kukenal seumur hidupku.

Betapa aku ingin, melihat ahlak dan budi pekertinya terpancar dalam diri semua anak-anakku. Mungkin dengan begitu setidaknya aku bisa merasakan kehadirannya melekat dalam jiwa, dari setiap orang yang kusayangi.

Begitulah dia di hatiku dan juga di hati semua orang yang telah mencintanya.

Dan hanya dia, Cinta Pertama di hati dan pikiranku. Manusia pilihan di mata Tuhan dan para umatnya, Baginda Nabi Muhammad Sallallahu 'alahi Wa Sallam..
~oOo~

0 comments