Off The Record

Beberapa bulan yang lalu, ketika si kakak baru pertama kali belajar bicara. Dia langsung bisa manggil Ayahnya, "Aya" dan nyebut kata "bebek" dengan jelas, karena bebek adalah mainan favoritnya. Tapi rada kecewa juga, ternyata sampai hari ini putri kecil saya belum bisa nyebut kata "Ibu" dengan jelas. Meskipun sesekali sering nyebut kata "Mama". Tapi rasanya nggak sreg aja, masa orang tuanya ada Ayah dan Mama, kan nggak mecing jadinya :D. Hingga pada suatu hari, keluarga kecil saya berkunjung ke rumah Mertua. Pas lagi ngumpul bareng dengan para tamu, ada seseorang yang bertanya.

Tamu : Udah bisa ngomong apa blom?
Ibu : Belum, tapi udah bisa manggil "Ayah".

Tamu mengajak kakak bicara : Mana Ayah?
kakak : Aya...
Tamu : Kalo Ibu mana?
kakak : ndut
Tamu : Bukan.. Ibu... coba sebut lagi, Ibu...
kakak : ndut
Tamu : Ibu...ayo bilang, Ibu..
kakak : ndut
kakak : ndut

Tamu : (Salah tingkah)
Ibu : (ˇ_ˇ'!l)
Ayah : (Ketawa ngikik di belakang)

Entah berapa kali
si  kakak mengulang kata ndut (kata yang selalu bikin si Ibu sebel) karena seringnya si Ayah nyeletuk tentang berat badannya Ibu yang terus bertambah secara drastis. (ˇ_ˇ)

Sejak hari itu si Ayah nggak nyebut-nyebut kata "ndut" lagi dan saya juga bertekad, ngajarin kata "Ibu" ke kakak tiap hari. Sekarang nyebutnya masih melenceng sedikit jadi "Ba'". Tapi tak mengapa, namanya juga masih belajar. Karena menjadi seorang Ibu juga harus banyak bersabar kan. ^_^


0 comments