Prompt # 13 : Sorak Sorai Gembira Tetangga Sebelah

Kios minyak tanah bapak akhirnya digusur dan membuatnya mendadak jadi pengangguran. Bapak tidak sekolah, tapi dia pandai mencari uang. Dia keluarkan uang simpanannya dan membuka warung di depan rumah.

Dikerahkannya semua tenaga dan kemampuan, agar 8 orang anaknya bisa makan dan sekolah. Warungnya berkembang pesat, karena bapak mengutamakan servis dan keramahan. Walaupun mematok untung dibawah harga pasaran, tapi yang terpenting banyak pelanggan berdatangan. Hingga akhirnya, warung-warung lain pun menjamur di sekitarnya, tidak terkecuali tetangga sebelah.

Usaha warung bapak tak pernah goyah, tak pernah tersaingi. Tetangga sebelah menuding, bapak main dukun dan memelihara tuyul. Bapak tak pernah peduli. Semua ditepisnya.

Walau pada akhirnya, warung bapak terlibas juga dengan dampak krisis moneter. Harga sembako melonjak. Tak ada barang yang bapak tawarkan. Tak ada barang yang bapak jual. Isi warung kosong melompong.

Tetangga sebelah bersorak gembira. "Syukurin. Baru tau rasa lu. Makanya jadi orang jangan syirik sama Tuhan."

Muka bapak merah padam. Aku terperangah, kulihat bapak bergegas mengambil linggis di belakang pintu warung.

"Mau ngapain pak?!"

Bapak hanya diam, lalu masuk ke dalam rumah. Ditancapkannya linggis itu dilantai kamar. Pecahan-pecahan semen berhamburan. Disingkirkannya serpihan bekas menggali. Lalu dicabutnya 2 kotak besi berkarat simpanannya.

Ditatapnya benda-benda berkilau yang merupakan warisan dari Orangtuanya.

"Akhirnya kenang-kenangan dari kalian harus kupinjam lagi."

Diambilnya 50 batang emas dari salah satu besi berkarat itu.

"Bapak pergi dulu, jaga rumah baik-baik?!"

"Bapak mau kemana?"

"Bapak mau jual ini buat modal usaha."

***

Seminggu kemudian Bapak membeli 2 mobil truk untuk membuka usaha baru. Bapak akhirnya menyerah untuk melanjutkan usaha warungnya. Tapi entah mengapa, tak terdengar lagi sorak sorai gembira tetangga sebelah.

16 comments

  1. Dasar sirik! hehe.. kok jadi sebel sendiri, nih, saya.. bagus, Mbak :)

    ReplyDelete
  2. mmmm, menurutku ini banyak banget 'show'nya mbak :) *brasangomongsamadirisendiri :D

    ReplyDelete
  3. Iya sih mbak, soalny dia lagi ngomong ke pembaca. Tapi nggak tau, ff ini layak ato nggak, mumpung ada ide, jadinya ditulis aja dulu...tapi, ntar
    saya edit lagi aja :D

    ReplyDelete
  4. keren mba Rini..
    btw suara tetangga gak terdengar lagi masnya banyak banget yah...jd beratnya tanya :D

    ReplyDelete
  5. Iya dek Ronal :D, 1 btg emas itu beratnya ada yang sekilo harganya kurang lebih 488.000 per gram *nanya mbah gugel* :D

    ReplyDelete
  6. waduuhhhhh, makjlebbb tuh tetangga yang siriknya sedunia. ga bisa liat orang sukses ya.. hahaha
    bagus FFnya mba. fenomena massa yang masih suka terjadi.. :)

    ReplyDelete
  7. :D susah nyari ide yg unik soale hehehe..

    ReplyDelete
  8. waaaoow, ternyata bapak orang kaya
    dan saya suka kenyataan ini :D

    ReplyDelete
  9. kunjungan ke2, keren! :D. ini mah unik banget mbak :)

    ReplyDelete