Hujan



kala senja di kabut berwarna
biaskan aura jingga merona
derak-derak gemuruh menyeruput
gerus tajam biru yang tersaput

gurat halilintar
meretas angkasa
liar menggelegar
merebak semesta

lengkungan warna berupa pelangi
basahnya bulir bulir padi
cipratan angsa-angsa menari
meriak di pinggir kali

harap-harap menanti
kembali hadir di penghujung hari
meski gulita akan menghampiri

singkirkan caping usang, teman petani
payung rusak dan pincuk keladi,
cukuplah jadi perisai, sengatan mentari

adakah kan didapati
rintik gemericik pemecah sunyi
dingin menggigil lekas menjalari
si penikmat gorengan dan secangkir hangat kopi
malam ini

Tepian Musi
28 September 2011

0 comments