Manusia dan Sepi




sepi pada kesendirian
bukan bual jika hendak lari
mendesak hampa manusia
tertumpah jadi hujan dan sungai
ombak kemarahan pada laut

tolong katakan!
ini hanya teriakan sunyi
dari musnahnya koyak-koyak keluh 
berjuta kali sepi ini hadir
terus, lenyap, dan berlalu
ada dan singgah tapi hadapi
bukankah dengan begitu
kau dan aku akan beranjak jadi manusia? 

manusia satu manusia lainnya
selalu sama juga berbeda
mereksa jiwa jauhi wajah
berjuta kali tampak segala rupa
lebih banyak ku dapati, berteriak dengan keluh yang sama
terdengar sangat lantang menyeru, tapi lantas terdiam
mengapa?

lelahkah?
ataukah karena sepi yang diam-diam telah pergi? 


Veteran
31082007

0 comments