Cerita ABG : 1001 Cerita ABG

Kisah itu dimulai setahun setelah saya lulus SMA, ketika saya baru bekerja. Saya harus memberikan pelayanan yang memuaskan kepada semua para ABG yang membutuhkan saya kala itu, mau tidak mau. Meskipun jasa yang diperlukan tidak berhubungan dengan profesi dan seringkali melampaui batas jam kerja. 

Tapi semua itu akhirnya saya lakukan. Demi kesetiakawanan, perasaan senasib dan sepenanggungan karena berada di dalam naungan yang sama. Meskipun pernah merasakan indahnya cinta terhadap salah satu dari mereka, tapi saya sadar profesionalitas harus di nomor satukan.

Semua "Cerita ABG" tersebut berawal dari perkenalan saya dengan seorang ABG yang berjenis kelamin sama dengan saya, sebut saja namanya Marin. Setiap sore dia selalu mendatangi saya ketika saya sedang beristirahat di tempat kerja. Setiap kali dia datang, setiap kali itu pula mata Bos Besar menatap saya dengan sinis. Karena tidak tahan dengan pertanyaannya yang penuh curiga, akhirnya kami memutuskan untuk "backstreet" dan berkomunikasi dengan menggunakan sebuah buku diary. (saat itu henpon belum booming seperti sekarang). 

Dari waktu ke waktu hubungan kami semakin dekat. Karena kami merasa tidak malu lagi untuk mengungkapkan segalanya lewat berlembar-lembar kertas. Hingga suatu hari, beberapa ABG lain mengetahui kedekatan kami. Terlebih dahulu mereka mulai mendekati saya. Saya pasrah. Pelan-pelan, akhirnya saya menikmati pekerjaan yang satu itu, hingga membuat saya merasa uang pun tak bisa menggantikannya.

Tapi sayangnya, Marin tidak menginginkan ada kedekatan antara saya dengan ABG-ABG yang lain, karena dia menganggap saya mulai sering mengacuhkannya. Hubungan kami sempat terputus, tapi akhirnya Marin mau mengerti. Dan sejak saat itu, Cerita-Cerita dari para ABG yang baru pun berdatangan. Banyak kisah, sedih, haru dan bahagia tergores dalam catatan masa lalu saya. Seperti misalnya :

Cerita ABG Pertama
Ketika Marin harus harus memutuskan cintanya dengan seorang Calon Pastor yang pernah jadi cinta pertamanya. Marin tau itu berat, tapi dia tetap harus memutuskan yang terbaik bagi dirinya dan juga kekasihnya.

Cerita ABG Kedua
Ketika Joni dan Rosi sering bertemu diam-diam ditempat saya bekerja, melarikan diri barang sejenak dari kekangan dan larangan Orangtua, yang tidak memperbolehkan anaknya menjalin hubungan dengan orang yang tidak seiman. 
Cerita abg 
Dan Cerita ABG Ketiga
Ketika seorang ABG laki-laki yang begitu penurut, patuh dan rajin membantu ibunya setiap hari, tapi selalu berkeluh kesah di depan saya.

Atau Cerita ABG Keempat, Kelima, Keenam hingga ke 1001 kali yah :p

Yap, dulu saya memang pernah bekerja di sebuah Lembaga Pendidikan yang memiliki murid hingga 600 orang ABG. Saya merasa bangga karena pernah mengenal dan akrab dengan ABG-ABG seperti mereka, ketika perjuangan mereka dalam menuntut ilmu telah memberikan motivasi yang begitu berarti hingga membuat saya sangat menghargai sebuah Ilmu sekecil apapun itu.

Mereka tidak sombong rendah hati malah, meskipun kaya. Tidak pelit berbagi, meskipun ada juga yang tidak mampu. Tapi usaha dan kerja keras mereka mampu membanggakan Orangtua sekaligus Negara. Ketika waktu mereka dihabiskan untuk belajar seharian di sekolah hingga kursus dari pagi hingga malam dan tak jarang sangat menguras waktu, jangan tanya bagaimana Ibadahnya, sekalipun tak pernah ketinggalan (meskipun beberapa dari mereka minoritas). Banyak dari mereka yang candu dengan game online atau hiburan-hiburan lain, tapi mereka tetap tidak melupakan tanggung jawab dan sadar akan ada waktunya untuk menikmati semua itu. Mereka tau apa yang menjadi prioritas. Mereka tidak ingin menyia-nyiakan harapan dan perjuangan orang-orang yang sudah berkorban dan mendukung mereka. Mereka tau dibalik semua amarah, perintah dan kedisiplinan dari Orangtua, Guru atau Pembimbing, ada kasih sayang tak terbantahkan di dalamnya.

Mereka begitu bahagia ketika gurat senyum terpancar diwajah Ayah, Ibu, Saudara, Keluarga bahkan teman-temannya. Ketika mereka bisa meraih masa depannya, dengan mendapat gelar Juara Olimpiade Fisika atau Matematika atau ketika para ABG-ABG ini mendapatkan Beasiswa dari Universitas-Universitas terbaik di Indonesia hingga Beasiswa ke luar Negeri seperti Jepang, Malaysia, Singapore, Kanada, China atau Australia.


Note : Based on True Story dan maaf kalo rada geje (walopun sedikit semoga bisa jadi penyemangat buat para ABG yang laen) :D 



0 comments