Berani Cerita #02 Di suatu Negeri

“Pengawal! bawa terdakwa ke tiang gantungan!”

“Yang mulia, apa tidak bisa dipertimbangkan lagi !!!"

“Sampai hati anda menghukum mati saudara kandungmu sendiri !!!” Suna berseru dengan suara lantang, berharap sedikit keadilan dari sang Raja untuk saudara sepupunya.

“Yang mulia! Kenapa anda diam saja!” “Apakah anda takut tersingkir dari tahta, hingga tega melakukan hal sekejam ini!” Suna mencoba segala upaya untuk menggoyahkan hati sang Raja, tapi dia tetap tak bergeming.

“kita bertiga sudah bersama sejak kecil, Ayah kita bersaudara” Ujar Suna memelas.

“Berilah dia keringanan..” Suna memohon kepada sang Raja yang hanya terdiam mematung.

“Aku sudah kehilangan Ayah dan Kakakku, aku tau rasanya.. mengapa hatimu begitu dingin..” Tangis Suna memecah hening.

Raja yang berpendirian teguh ini harus mempertanggungjawabkan semua sumpah yang pernah diucapkan, ketika dirinya dinobatkan menjadi pewaris tahta kerajaan. Meskipun dia bukan calon tunggal pewaris tahta, tapi karena desakan rakyat yang menginginkan seorang Raja yang jujur dan adil, akhirnya dia terpilih untuk menduduki Singgasana.

“Maafkan aku Suna..” dengan suara bergetar akhirnya Raja bicara. “Kakakku yang meracuni mereka”.

 Note : 168 kata


10 comments

  1. harus menjadi Raja yang adil ya walaupun kakaknya sendiri yang berbuat salah

    ReplyDelete
  2. Bener banget mak hehehe..Jadi Pemimpin yang adil itu memang susah yah, nggak boleh pandang bulu :D

    ReplyDelete
  3. ceritanya bgs bgt, semoga menang ya

    ReplyDelete
  4. wah, nyetor 2 cerita? :D tetap semangat! :)

    ReplyDelete
  5. Semoga kita mempunyai pemimpin yang jujur dan adil ya, Mbak.....

    ReplyDelete
  6. ending yang mengejutkan..terima kasih sudah ikutan beranicerita :)

    ReplyDelete