Kau & Aku

Setelah membaca buku antologi bertemakan sex & relationships, yang berjudul Heart Ring "Ketika Hati Saling Memiliki" (ada satu tulisan saya yang nyelip disitu tapi bukan tentang LDR). Saya pun jadi kepikiran buat ngintip lagi tulisan lama tentang LDR, yang sempat terlupakan di beberapa folder jadul.


Dan setelah bongkar-bongkar, akhirnya nemulah tulisan nan geje ala abegeh ヾ(-_-;) dibawah ini... Yang tentu saja, beberapa kalimatnya udah saya obrak-abrik (saking banyaknya kata-kata yang kelewat overdosis) hihihi...

"You complete Me" 
-Secret garden|Bruce Springsteen- 

***

Mungkin aku tidak akan merasa dekat denganmu jika tak kutuliskan kata-kata itu. Masa dimana jiwa kita pernah tertambat di asa yang sama, bersama mencoba berlari meninggalkan luka lama. Lalu berlanjut dalam diskusi-diskusi basi. Membiarkan diri tersesat dalam belantara emosi. Tapi sayangnya, masih saja pasi mengarungi hasrat diri yang hampir mati. 

Seakan terinjak-terinjak sang durjana pelantun cinta, bak sebuah elegi. Terhenyak dan perih. Begitu dahsyatnya cinta itu menghampiri, namun tak lebih dahsyat saat mengebiri. Menghempaskan palung hati, tega membuat diri seolah mati menjadi memedi. 

Kau hisap berpuluh-puluh puntung rokok, katamu malam ini kau ingin nyampah. Mengorek-ngorek dan mengendus sisa sisa kerak cinta yang masih menempel di hatimu. Sisa luka yang berubah menjadi bom waktu yang akan memuntahkan lahar keluh berbau anyir, kepada orang-orang yang sama sekali tak pernah mengerti, bahwa sampahmu adalah onggokan-onggokan manusia bisu yang pernah menjadi bagian dari dirimu, dulu.

Kutatap nanar tulisanmu di layar handphone. Tak banyak yang bisa kujawab. “Menangislah jika kau ingin menangis, tapi cukuplah malam ini.” 

Tak sepadan jika setiap kata yang kuucapkan, malah berbalik menggerus jiwaku yang terlampau lelah meratapi duka cinta di masa lalu. Ah, mungkinkah setiap ucapanku bisa meringankan dan memberikan pelajaran bagimu, sementara aku sendiri tak bisa memegang semua kata-kataku.

Disana kau bisa mengasingkan diri. Tapi disini, aku sama sekali tak punya waktu untuk tenggelam dalam dilema patah hati. The show must go on, meski harus kujalani semua dengan tertatih. Hidupku berbeda denganmu tanpa melirik esensi. Walau kau dan aku akhirnya menyadari, kita ternyata satu hati meski hanya terungkap dalam hati.

Kau tidak bodoh, aku tau. Akupun tidak. Tapi entah kenapa, malam-malam ini dan mungkin beberapa malam selanjutnya kita akan masih sama, terus berkubang dalam air mata yang bahkan tak tau sampai kemana akan bermuara. Dimana candu ngobrol tengah malam dan bincang sebelum subuh adalah hal wajib, yang tanpa kita sadari bahwa hal itu tiba-tiba menjadi semacam kebiasaan tersirat. Hingga membuat luka itu terasa semakin masygul jika tak dihadapi bersama.

Meski aku tak pernah menangkap jelas apa inginmu yang sebenarnya. Tapi daya tarik menarik yang kita miliki menjelaskan segalanya. Terus dan masih berusaha menepis, bahwa kita ternyata berjarak ribuan mil jauhnya.



2006

2 comments