Prompt #71: Aku Pulang


"Psst... Turunkan kacamatamu Sin!"

Tangan Shinta beringsut, menarik kacamata yang bertengger di atas kepala sejak awal perjalanan. Khalid langsung memasang earphone dan mempercepat laju mobil. Melewati begitu saja para pejalan kaki yang juga tetangganya di kampung.

"Apa kamu sudah siap menerima segala resikonya, Sin?"

"Entahlah, aku tidak ingin keadaan begini terus, Lid. Aku ingin hidup sebagaimana diriku sekarang tanpa ada yang perlu ditutup-tutupi lagi."

Khalid menghela nafas. "Apa kau tau? Dulu, saat Orangtuamu tau kau menolak untuk di jodohkan. Mereka menganggap akulah penyebab pemberontakanmu itu, bahwa aku membawa pengaruh buruk untukmu. Dan mereka memintaku untuk tidak mendekatimu lagi."

"Tidak, Lid, kamu satu-satunya orang terbaik yang pernah kukenal sejak kecil. Hanya karena beberapa orang kampung pernah melihatmu keluar masuk nightclub hotel, bukan berarti kamu melakukan hal-hal buruk."

"Aku juga tidak peduli dengan anggapan mereka, nanti juga mereka tau saat melihat demo memasakku di TV. Hanya saja, aku khawatir, Sin. Sudah bertahun-tahun kamu tidak pulang sejak kejadian itu. Aku sudah kehabisan kata-kata untuk menjelaskan kepada Orangtuamu."

"Tidak apa-apa, biar aku sendiri yang menghadapi mereka nanti. Lambat laun mereka juga pasti akan menerima pilihanku."

Khalid memelankan laju mobilnya.

"Kamu pulang dulu saja, Lid, istrimu pasti sudah menunggu di rumah."

Deru mobil berhenti tepat di depan pagar. Orangtua Shinta langsung menghambur ke halaman depan rumah. Mereka terdiam. Semakin larut dalam kebekuan yang tersirat dari wajah-wajah lelah para perindu.

Namun, pelukan sang Bunda mampu mencairkan segalanya. "Husin... kenapa kamu jadi begini nak..."

"Bu, Aku rindu..."


Note : 250 Kata

10 comments

  1. kembalinya si anak hilang.... dalam wujud yang beda

    ReplyDelete
  2. idenya keren. Tp journeynya kok ga berasa ya. To much telling flashback? Maybe *abaikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih, kayaknya emang gitu dek junior :D, lagi nggak punya ide ngembangin settingnya juga soalnya :D

      Dan juga, setelah membaca dan mencerna ketentuan, bahwa flashfiction dibuat berdasarkan foto diatas, bukan dari judulnya :p

      Delete
  3. Mak Rini sekarang banyakan nulis FF ya. Makin terasah dan terasah kemampuannya.
    Sukses selalu mak. Semoga nanti saya bisa nyusul. Sudah kangen banget menulis fiksi.. tapi.... (banyakan tapi.. hhihihi..)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Maaaak :D, namanya belajar lagi dari awal mak, beginilah hehehe...

      Hayok kita nulis fiksi lagi mak, saya tunggu yak :D

      Delete
  4. Kepulangannya membuat tanda tanya..

    ReplyDelete