Sebuah Gambar, Sejuta Cerita



Judul di atas dibuat karena saya baru aja dapet ide gimana caranya nambahin postingan di blog. (Saking stucknya karena nggak nulis-nulis) hihihi...

Kemaren dulu, tepatnya beberapa minggu yang lalu. Saya sempet diminta buat ngebantuin adik saya untuk belajar motret. Karena kebetulan dia ngambil kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual (jurusan yang pernah saya nantikan "dulu, namun tak kunjung hadir di Palembang" hingga akhirnya saya banting setir, nerusin kuliah di jurusan laen dan sekarang udah keburu jadi emak-emak) :D.

Bukan, saya bukan seorang Photografer, hanya kebetulan dulu saya pernah ngerjain proyek pemotretan outdoor dan itupun hanya menggunakan kamera digital biasa. Tapi mungkin saking banyaknya yang di foto dan yang di edit itu kali ya atau mungkin karena tampang saya makin hari makin kusut karena proyeknya nggak kunjung selesai yang bikin adik saya malah jadi terpukau hihihi..

Sebenernya udah lama saya pengen motret sisi lain pinggiran Sungai Musi di sekitar Jembatan Ampera. Karena memang dulu saya pernah tinggal disana beberapa tahun silam di rumah mertua. Banyak objek yang ingin sekali saya jepret, tapi sama sekali belum ada fasilitas dengan sikon yang juga tidak mendukung. Hingga akhirnya, saya dapet kesempatan itu walo hanya sebentar. Saya anggap itu "me time" kecil-kecilan, karena kami beraksi pas Suami dan Si kecil lagi tidur siang. Aman sentosa dah pokoknya. Sayangnya, foto-foto yang dijepret adik saya tidak terlalu banyak karena diburu waktu dan takut pulang kemaleman. Yang penting udah motret di pencahayaan ideal antara jam 3 sampe jam 4 sore dengan kamera DLSR (pinjem dari kampus) dan juga kamera henpon. Meskipun hasilnya biasa aja tapi semua senang. Saya bisa belajar moto lagi trus jadi bahan cerita dan postingan saya pun bisa ikut bertambah di blog. :D

Seperti contoh jepretan diatas (kamera henpon, resolusi 5 MP), banyak cerita yang sebenernya malah bikin saya bingung mo dimulai dari mana "saking banyaknya" hihihi.. Secara garis besar, foto pertama diambil tidak jauh dari Benteng Kuto Besak. Sepertinya mereka adalah regu penyelamat untuk acara Triboatton III yang diselenggarakan beberapa waktu lalu atau mungkin hanya serombongan orang-orang yang sedang latihan mendayung. Posisi kami saat itu lagi berdiri di tempat Penambangan Pasir Sungai daerah Sekanak (Foto kedua), ada kesan yang bisa diceritakan tentang orang-orang disana. Cerita tentang Triboatton sendiri sudah berbeda, dimana Triboatton adalah sebuah Event Lomba Dayung dengan peserta dari 8 negara di Asia dan 8 tim dari daerah yang juga sempet kami jepret di lokasi pemotretan berikutnya.

to be continued..

7 comments

  1. Punya passion jga ya didunia motret-memotret.

    ReplyDelete
  2. Di Palembang sering ada festival di sungai Musi ya, mba. Jadi pengen liat jepretan mba pas malem, penasaran sama kerlap kerlip lampunya. Yang aku suka di foto 1, awannya kayak dilukis. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... pengennya sih ngejepret malem-malem juga, tapi nggak tau kapan bisanya ini mbak. :D maklumlah emak2 nggak sebebas merpati #halah

      Delete
  3. Waaa tapi fotonya bagus. Suka foto human interest.

    ReplyDelete
  4. Yeaah aku paling suka juga sama foto-foto keren para blogger, sayangnya aku belum bisa piawai karena minim fasilitas juga ..hehehe... have a beautiful picture mak :)

    ReplyDelete