#8 Minggu Ngeblog: "Pan Lian Bang" Flavour

by - 21 April

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua.

~oOo~

SEKILAS CITA RASA LOKAL DARI PALEMBANG


# SEJARAH
Hmm.. Pasti semuanya udah tau ya kalo Palembang itu kotanya Pempek, tapi taukah anda nama dibalik kata Palembang dan Pempek ?


Nama Palembang itu, sebenarnya berasal dari nama salah satu murid Sunan Gunung Jati yang berasal dari Cina yaitu Pan Lian Bang. Beliau diangkat menjadi Adipati Kerajaan dan berhasil mengembangkan Pesantren dan madrasah serta menjadi guru besar dalam ketatanegaraan di bumi Sriwijaya. (Source : Kisah Wali Songo (Perpustakaan Masjid Agung Palembang)

~oOo~


Begitu juga dengan asal usul Pempek yang merupakan salah satu bagian dari etnis Cina. Konon, menurut cerita rakyat, makanan ini telah ada sejak abad ke 16. Pada masa itu, banyak perantau Cina yang masuk ke sini. Nama Pempek sendiri berasal dari kata "apek", yang berarti lelaki tua keturunan Cina. Sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek.. apek”, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai pempek atau empek-empek.


# MASYARAKAT DAN BUDAYA

Suka berterus terang, senang berteman dan yang pasti orangnya rame adalah salah satu sifat yang mendominasi rata-rata orang Palembang. Orang Palembang asli merupakan keturunan etnis Melayu dan percampuran dari etnis muslim Cina atau Arab, tampak dari bentuk wajah dan kulitnya yang kebanyakan bermata sipit dan berkulit putih atau malah bermuka arab. Mereka menggunakan Bahasa melayu yang telah disesuaikan dengan dialek setempat yang kini dikenal sebagai Bahasa Palembang.



Contoh dari hasil kreasi masyarakat Palembang yang paling terkenal adalah Kain Songket dan merupakan salah satu jenis tekstil terbaik di dunia. Terbuat dari sutra dikombinasikan dengan benang emas.  Harganya berkisar antara 1, 5 hingga mencapai 4 jutaan. Sentra pembuatan songket ini berada di daerah Tanggo Buntung Palembang.


Selain itu Palembang juga terkenal dengan ukiran kayu bermotifnya yang dipengaruhi oleh desain Cina dan Budha. Ukiran-ukiran kayu yang terdapat di mebel tersebut didominasi oleh dekorasi berbentuk bunga melati dan teratai dan juga di dominasi oleh warna keemasan.


# SUNGAI MUSI


WARUNG KOPI TERAPUNG

Sungai Musi membelah kota Palembang menjadi dua bagian yaitu sebelah ilir dan ulu. Bagi yang ingin menikmati sensasi menjelajahi Kota Palembang dengan perahu, kita bisa mengunjungi tempat wisata di Palembang yang satu ini.

Di atas Sungai Musi ini terdapat beragam kegiatan ekonomi warga. Mulai dari restoran terapung, pasar terapung, tempat pengisian bahan bakar minyak terapung dan tentu saja kegiatan menangkap ikan. Karena keindahan Sungai Musi inilah maka kota Palembang disebut juga sebagai Kota Venezia dari Timur. Kota Palembang juga selalu mengadakan berbagai festival setiap tahunnya antara lain "Festival Sriwijaya" setiap bulan Juni dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Palembang, Festival Bidar dan Perahu.

Berkas:Bidarlomdr3.jpg



# JEMBATAN AMPERA

Sebagai Lambang atau Ikon Kota Palembang

img

Pada awalnya, jembatan ini dinamai Jembatan Bung Karno sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI saat itu. Karena Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.


Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

 ~oOo~


Suatu daerah, kota atau negara tidak akan berkesan tanpa menyuguhkan kuliner khasnya bukan. Nah, ini dia salah satunya..


# PEMPEK 


Saya sempet di juluki "Ratu Pempek" bukan karena pinter bikin pempek yah tapi karena saaaking doyannya, padahal saya bukan asli orang Palembang. Tapi memang tidak bisa di pungkiri, kalo pempek itu sudah jadi makanan pokok buat kami sekeluarga karena secara kebetulan saya bersuami orang Palembang tulen, maka hobi makan pempek pun semakin menjadi-jadi.

Bayangin aja kalo sarapan, makan siang, makan malem pun Pempek, dalam 2 atau 3 hari berturut-turut. Apa nggak eneg? Nggak dong, Kalo buat saya nggak sama sekali, bosen sih mungkin tapi ntar lusa bisa lanjut lagi makannya. Makan Pempek itu memang bisa bikin ketagihan apalagi kalo cukonya enak dan manteb (Pantesan aja sampe di julukin Ratu Pempek yah hehehe..).

Kenapa saya bisa bilang begitu, padahal dulu saya sempet eneg dan kurang suka makan pempek? aneh kan kalo sekarang malah jadi doyan. Sebenernya nggak aneh, kalo udah pernah mencicipi pempek yang enaaaak banget, nggak amis dan cukonya pas di lidah, terlebih lagi kalo bisa bikin sendiri. Tapi ini juga yang menjadi masalah terbesar, karena sampai hari ini saya belum nemu resep spektakuler dari semua jenis pempek yang ada, kalo yang standar-standar sih banyak tinggal buka mbah google aja, beres.

Itu kalo soal nyari resep yah, lain lagi kalo sudah sampai tahap praktek, nguleninnya ini yang bikin ribet bin njlimet, ditambah biayanya yang lumayan waw buat kantong saya, karena nggak mungkin bikinnya sedikit. Terus kualitas bahannya juga harus dijaga kalo pengen makan pempek yang enak. Ada kualitas pasti ada harga toh, makanya kenapa pempek yang enak-enak itu mahalnya amit-amit padahal ukurannya cuma seimprit.

Pempek itu bahannya terdiri dari apa saja sih?

Sebagian besar bahan yang mendominasi tentu saja Ikan dan setengah bagiannya lagi Tepung Tapioca. Kalo dulu Pempek biasa di bikin pake Ikan Belida tapi karena populasinya yang sudah hampir punah khususnya di Sungai Musi (Ada di Postingan Minggu Pertama) maka ikan tersebut hanya di budidayakan di kolam saja. Sehingga jarang sekali atau hampir gak ada di Pasar karena sudah sangat langkah. Nah, sebagai alternatif di pakailah ikan gabus atau nama lainnya Haruan, Delak, atau Snakehead, karena ikan ini populasinya masih lumayan banyak dan hidupnya di rawa-rawa.

Biasanya kalo kita tinggal di daerah yang tidak ada ikan gabus, kita bisa menggunakan Ikan Tenggiri yang rasanya lebih gurih sebagai alternatif, tapi sebenarnya kedua ikan ini punya ciri khasnya sendiri soal rasa. Bagi mereka yang ingin makan pempek bertekstur agak kenyal dan gurih maka pilihan akan jatuh ke Ikan Tenggiri tapi bagi yang suka bertekstur lembut dan agak manis, Ikan gabus lah pilihan yang terbaik. Nah kalo saya, pasti milih dua-duanya... tapi kalo terpaksa, pasti tenggiri dong karena saya suka yang kenyal dan gurih, meskipun di Palembang ikan ini lebih mahal dari Ikan Gabus, secara Palembang itu nggak ada laut, julukannya aja Kota Sungai atau River City, jadi seumur-umur enih, belom pernah sekalipun liat pantai dan laut secara langsung yang ada malah sungaaaaai melulu.. :D

Beberapa Ikan yang bisa dijadikan bahan utama pembuatan Pempek :

1. IKAN BELIDA
2. IKAN GABUS / HARUAN / DELAK / SNAKEHEAD
3. IKAN TENGGIRI
4. IKAN PARANG
5. IKAN KAKAP

Kandungan gizi utama pada pempek adalah protein, lemak, dan karbohidrat yang diperoleh dari ikan dan tepung tapioka. Kandungan gizi lainnya berupa vitamin dan mineral. Perbandingan ikan, air, tepung tapioka, dan garam sangat berpengaruh terhadap nilai gizi, rasa, warna, kekenyalan, serta karakteristik lainnya. Penggunaan ikan akan mempengaruhi citarasa dan aroma makanan ini. Penggunaan ikan yang semakin banyak akan meningkatkan kadar lemak, protein, dan rasa enak pempek, tetapi tentu saja harganya menjadi lebih mahal.

Pempek yang dijual murah biasanya terbuat dari tepung kanji yang ditambahkan penyedap rasa, tanpa menggunakan ikan. Jenis ini di Palembang disebut sebagai pempek dos. Komposisi zat gizi pempek berbeda-beda menurut jenis serta bahan baku ikan yang digunakan. Pempek kapal selam memiliki kadar protein, lemak, dan vitamin A lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya karena adanya penambahan telur di dalamnya.

Pempek dalam porsi lengkap memiliki kandungan zat gizi yang lebih baik dibandingkan dalam bentuk satuan. Komposisi gizi pempek juga berbeda-beda menurut daerah asalnya. Mengingat demikian khas citarasa dan cukup tingginya kadar gizi pempek, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mencobanya bukan?
~oOo~


banner8MIngguNGeblog

Info : nutrisi untuk bangsa.org, wikipedia dan google search

You May Also Like

0 Comments