Kekuatan Albatros

by - 26 November

Albatros atau The Temps adalah  sebuah acara 'reality show' dari salah satu stasiun tv berbayar nun jauh dari korea sana. Bolehlah saya rekomendasikan buat inspirasi anak-anak muda jaman now dan juga sebagai tolak ukur dan pandangan baru bagi para ortu. Yang belakangan ini seringkali mengingatkan saya tentang perjuangan-perjuangan di masa lalu. (ini bukan lagi cerita tentang hari kemerdekaan ya :D). "Kan ada juga tuh beberapa ortu yang seneng banget dengan anaknya yang mandiri, saking bangganya karena sang anak bisa membantu mencari nafkah hingga mengabaikan tanggung jawab dan malah sibuk menuntut kewajiban anak terhadap Ortu."

Albatros adalah Seekor burung yang memiliki sayap terlebar namun tidak mampu terbang. Pada suatu waktu datanglah angin badai serta puting beliung dan memporakporandakan burung-burung lain yang sedang terbang hingga berjatuhan. Tapi, tidak dengan Albatros, justru angin puting beliung membuat sayapnya mampu terbang dan bisa mengendalikan angin hingga terbang tinggi dan semakin tinggi.

Dalam hal ini, sang Albatros adalah para anak muda pekerja paruh waktu. Yang sepertinya memang orang-orang terpilih yaitu hanya anak muda yang penuh semangat dan pekerja keras.

Acara ini mempublikasikan tentang kegiatan beberapa selebriti (dua diantaranya adalah mantan atlet) yang sepertinya juga pekerja keras di masa mudanya. Dan merekalah yang akan menggantikan para pekerja paruh waktu (Albatros) dalam kurun waktu satu hari kerja. Dari tayangan tersebut kita bisa melihat betapa kerasnya kehidupan anak anak muda 'jaman now' dalam meraih impian dan usahanya melanjutkan hidup dengan cara mengais rezeki melalui kerja paruh waktu. Khususnya bagi yang kurang mampu.

Saya sempat kagum dengan kemampuan mereka. Entah karena pikiran manusia yang semakin maju atau kekuatan fisik dan daya tahan tubuh manusia yang semakin berevolusi atau mungkin kondisi fisik saya sebenarnya yang lemah. Apalagi waktu ada salah seorang Albatros yg pernah berujar, bahwa sama sekali tidak memiliki hari libur, bahkan mengambil pekerjaan 2 sampai 3 sekaligus dan itu di sambi dengan kuliah. tidur pun hanya 4 jam setiap hari.

Seandainya saya dulu memiliki semangat seperti itu, mungkin impian saya tidak akan patah di tengah jalan. Tapi, kadang saya ragu apakah bisa meskipun semangat saya lebih menggebu dari mereka. Sementara berangkat kuliahpun harus sejak pagi buta, selesai kuliah langsung kerja, sering lembur pulang jam setengah 11 malam, blom urusan mandi, beres beres, bikin tugas kuliah dll.

Seringnya saya kelelahan, tertidur hingga pagi dengan tas yang masih terselempang di bahu. Begitu berulang-ulang setiap hari tanpa libur kerja meskipun tanggal merah ato hari besar, kurang minum kurang tidur kurang makan demi kuliah dan untuk meraih satu impian.

Hingga gejala tipes, gejala batu ginjal, maag, asam lambung naik, gejala isk, gusi berdarah2, dan beberapa penyakit lainnya yang tanpa peduli menyerang secara bertubi tubi.

You May Also Like

0 Comments