Akibat Sembarang Diet

by - 21 April


Beberapa tahun yang lalu, berat saya pernah turun hingga 15 kg dalam beberapa bulan setelah melahirkan, tanpa diet dan olahraga. Kok bisa? Gimana caranya? Yah, dengan mengkonsumsi makanan sehat, pastinya. Tapi sayangnya itu tidak bertahan lama. Hanya berlangsung selama 3 bulan, lalu muncul gejala mual-mual, kepala terasa berat dan sering pusing berhari-hari. Setelah melakukan medical check-up ke dokter spesialis penyakit dalam, ternyata saya menderita sakit maag, asam lambung dan kolesterol tinggi. Untuk sementara, diet saya stop dulu. Jadi, kesempatan untuk terlihat langsing pun tertunda lagi.

Setelah mulai belajar dan mendapatkan banyak informasi, akhirnya saya sadar kalo penyakit yang saya dapatkan, adalah karena kesalahan pola makan dan nutrisi yang tidak seimbang. Meskipun semua yang dimakan adalah realfood, tapi saya tidak menakar, bahkan mengkonsumsi makanan yang sama berhari-hari dan kadang sengaja mengurangi porsi makan untuk berhemat. Yang terpenting makanan itu sedikit, tidak di goreng, dan bukan nasi putih. Yang juga berarti, bisa mengurangi pengeluaran termasuk kebutuhan bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng dan lain-lain. Nah, sedangkal itulah ilmu perdietan saya saat itu.


Mengurangi Waktu Makan untuk Berhemat

(Mengurangi waktu makan disini, maksudnya bukan dalam satu kali makan di double jadi dua porsi, yak)๐Ÿ˜‚. Keluarga kami biasanya makan tiga kali sehari di awal-awal bulan dan berubah menjadi dua kali sehari ketika menuju akhir bulan (bagi yang dewasa saja). Jika pandemi ini belum berakhir sebulan kedepan, maka kebiasaan makan itu bisa saja berubah dari tiga kali menjadi dua kali, dan yang dua kali menjadi hanya sekali sehari (tenaaang.. blom nyampe ke level makan obat maag tiga kali sehari, kok)๐Ÿ˜‚. 


Mengingat sebentar lagi kita akan menyambut bulan ramadhan, saya mungkin harus berpikir lagi untuk mengatur ulang pengeluaran, agar bisa tetap melaksanakan sahur dan berbuka puasa sesuai sunah rasulullah.

“Bersahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR Bukhari Muslim)

Selain untuk berhemat, banyak juga orang yang melewatkan waktu sahur begitu saja seakan-akan bukanlah hal penting. Alasannya, karena merasa kuat berpuasa tanpa sahur atau karena malas bangun dan lebih memilih untuk melanjutkan tidur. Atau seperti adik saya yang tidak semangat untuk sahur, karena makanan yang disajikan tidak cocok dengan seleranya.

Ada juga yang melaksanakan sahur, tapi tidak melakukannya sesuai sunnah yang telah dianjurkan. Misalnya dengan makan sahur 2 jam lebih cepat biar tidak kebablasan atau karena memang belum tidur setelah tengah malam kemudian langsung sahur, lalu tidur lagi sampai pagi.


“Dari Abu Dzar, Nabi Saw berkata: “Umatku akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan makan sahur.” (HR. Ahmad).


Mempraktekkan Pola Makan yang Benar

Kebiasaan mengurangi waktu makan itu mungkin bisa mempermudah. Tapi jika terus-terusan tanpa memperhatikan batasan kalori perhari, dipastikan akan berakibat buruk pada kesehatan. Kita mungkin menjadi kurus dan mengalami penurunan berat badan, tapi tubuh kita pada akhirnya akan mengalami kekurangan gizi dan nutrisi. Yang membuat organ-organ di dalam tubuh tidak bisa bekerja secara maksimal. Efek terburuknya adalah, bisa menyebabkan kegagalan fungsi pada organ. Sehingga badan kita menjadi lemah dan mudah terserang penyakit.

Diet itu artinya Pola Makan. Maka kita harus mencari tau berapa BMR (Basal Metabolic Rate) agar kita tau berapa kalori minimal dalam sehari saat tubuh tidak melakukan apa-apa, seperti memompa jantung, bernapas, memperbaiki sel tubuh, mempertahankan suhu tubuh, dan lain-lain. Dan juga, berapa TDEE (BMR + kegiatan selama sehari) disini. Maka kita akan mendapatkan jumlah kalori harian untuk mengatur diet perhari yaitu berada di atas BMR dan di bawah TDEE.

Bagaimana cara menghitung kalori yang akan masuk ke tubuh kita? Dengan menimbang makanan atau menggunakan kepalan tangan. Jika ingin lebih praktis, bisa menggunakan piring yang memiliki sekat untuk mempermudah kita menentukan takaran (lihat gambar pertama).


Karena itu, menjaga pola makan sehat itu sangat penting sekali, baik itu di masa pandemi seperti sekarang ataupun tidak. Apalagi di saat kita ingin menurunkan berat badan agar terlihat langsing dan ideal. Pelajari pola makan sehat yang benar agar tidak berimbas di kemudian hari. Karena yang harus berkurang itu adalah lemak, baru berat badan menyusul kemudian.


Berikut Tips dan alternatif agar langsing tapi tetap sehat dan hemat, khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini :

  1. Mengkonsumsi karbo kompleks seperti jagung, ubi, kentang, labu kuning. Jika masih punya duit bolehlah sesekali  makan nasi merah, oatmeal, sereal dari gandum utuh atau mungkin roti gandum sebagai pengganti karbohidrat dari nasi. Sebenarnya boleh saja mengkonsumsi nasi putih, karena indeks glikemiknya ternyata tidak jauh berbeda dengan nasi merah, asalkan porsinya dikurangi dan bukan penderita diabet.
  2. Telur, tahu, tempe, toge, susu kedelai, ikan, kacang hijau, kacang merah, kacang polong, kacang tanah, dada ayam tanpa kulit, putih telur, sebagai sumber protein rendah lemak, pilih yang murah meriah tapi tinggi gizi.
  3. Gunakan wajan anti lengket setiap kali menggoreng  atau menumis makanan. Karena tingginya kadar lemak jenuh yang dimiliki oleh minyak kelapa sawit, dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
  4. Selain merebus, bisa juga dengan mengukus atau memanggang agar rasa dan nutrisi makanan tidak hilang atau rusak. Dengan begitu masakan jadi lebih sehat dan kita juga bisa berhemat, karena tidak memakai minyak goreng sama sekali.
  5. Kurangi mengkonsumsi gula dan tepung-tepungan. Pemanis alami bisa didapat dari buah atau madu. 
  6. Mengkonsumsi sayuran atau serat. Lebih bagus jika ditanam sendiri, selain menghindari terpapar pestisida juga akan menghemat pengeluaran.
  7. Mengkonsumsi lemak baik seperti ikan, alpukat, kacang tanah, kacang almond, kacang mete, kacang kenari, minyak zaitun, minyak kelapa (bukan kelapa sawit) tinggal pilih yang paling terjangkau.
  8. Mengkonsumsi vitamin dan mineral yang terdapat pada buah dan sayur-sayuran lokal atau yang sedang musim.
  9. Mengganti Suplemen dengan Jamu-jamuan. Bisa juga dengan minuman tradisional yang menggunakan rempah atau rimpang-rimpangan.
  10. Belajar mengerem ketika makan, meskipun yang dikonsumsi adalah sayur atau buah. Walaupun sehat tapi makan berlebihan itu tetap saja tidak baik, yang pada akhirnya akan ikut ambil bagian dalam kenaikan berat badan.
  11. Membatasi info-info yang membuat kita semakin tertarik untuk mencari makanan, seperti lewat internet dan media sosial.
  12. Menjauhi semua fasilitas yang mempermudahkan kita untuk memperoleh camilan tidak sehat.
  13. Lebih banyak bergaul dan berkomunikasi dengan yang seide dan sejalan soal kesehatan dan juga pola makan.
  14. Bergabung ke dalam komunitas yang bisa membuat kita termotivasi untuk menjaga pola makan dan hidup sehat.
  15. Olahraga di rumah, berdayakan saluran olahraga di youtube sebagai instruktur virtual. Jika tidak, lakukan angkat beban (pake botol air mineral diisi pasir pun bisa) atau skipping. Tidak mengapa sedikit-sedikit yang penting dikerjakan secara rutin dan seterusnya.
  16. Say no to Mager, misalnya dengan melakukan pekerjaan rumah lebih intens agar kalori terbakar tanpa harus berolahraga keluar rumah. Meskipun receh, tapi aktivitas tersebut juga berkontribusi menghilangkan lemak berlebih di tubuh kita. Apalagi buat yang masih punya anak kecil, bisa dimanfaatkan sebagai alat olahraga angkat beban juga.
  17. Belajar memanajemen stress.
  18. Stop begadang, selain mengurangi imunitas, juga menghambat pembakaran kalori.
  19. Minum air 2 liter per hari. Minum air berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan, karena akan memaksa organ di dalam tubuh kita bekerja lebih keras.
  20. Nah buat emak-emak yang doyan sisa makan anaknya (saya banget ini mah) ๐Ÿ˜‚untuk mensiasati agar makanan sisa tidak terbuang begitu saja, karena tidak dimakan emaknya lagi (emaknya pengen diet), tinggal pelihara ayam aja. Sisa makanan si adek jadi jatah buat ayam, biar ayamnya jadi sehat dan bergizi alias gendut. Dengan memelihara ayam, kita bisa mendapatkan profit protein hewani gratis dari telurnya, apalagi pas di tanggal tua.๐Ÿ˜‚
Dengan pola makan sehat dan seimbang, kita tidak akan merasa tersiksa lagi karena rasa lapar. Caranya gimana? Dengan mengkonsumsi makanan yang mengenyangkan pengganti karbohidrat, yakni dengan menambahkan serat lebih banyak, seperti karbo kompleks, buah dan juga sayuran.


Mengurangi Lemak Setiap Hari (Defisit Kalori)

Melalui Jurnal Dr. Melyanti, dikatakan bahwa "Untuk membuang 1 kg lemak dari tubuh, kita harus mengurangi (defisit) sebanyak 7700 kalori. Nah jika saya sehari bisa defisit rata-rata 300 kalori, maka berat badan saya bisa turun 1 kg dalam waktu 7700 : 300 = 26 hari.

Apa aja yang dimakan????
  • 70-80% realfood seperti nasi, sayur, buah, ikan, dada ayam, daging merah lainnya (tanpa lemak), hati ayam, ampela, oat dan sejenisnya.
  • 20-30% funfood seperti mie, gorengan, kue-kue, donat, martabak, biskuit, cokelat, ice cream, pizza, burger, pasta seperti spageti dan sejenisnya. Jadi bukan berarti kamu 100% kudu makan realfood. Funfood boleh, asal dibatasi jumlahnya. (Biar ga stress, daripada ditahan-tahan, abis itu jadi kalap trus gagal diet, yah kagak bisa juga).๐Ÿ˜…
Misal: 
Saya dulu bisa makan 4-5 pcs gorengan baru puas. Sekarang cukup 1 pcs saja, maksimal 3 pcs/minggu.
Dulu makan donat kudu 2 pcs. Sekarang kalo pas dibeliin ya makan aja 1 pcs.
Dulu makan mie/indomie 3x/minggu, sekarang cukup 3x/bulan.
Dulu makan pizza harus 2 slice, sekarang cukup 1 slice.
Dulu makan pisang molen bisa 3 pcs, sekarang cukup 1 pcs.

Jadi lebih banyak makan sayur, buah, dada ayam, ikan, telur, putih telur, nasi 1/2 porsi dari biasanya (kira-kira 100-150 gram di siang hari). Gak ada pantangan terhadap makanan, kecuali yang haram dan alergi buat kamu. Karena kuncinya itu tetep ada di defisit kalori.

Memang terlihat lama, tapi di jalankan saja. Nanti berat badan akan tetap stabil di bawah dan gak gampang naik. Yang terpenting bukan berapa lama dan berapa hasilnya, tapi....MEMBENTUK POLA HIDUP SEHAT itu butuh waktu minimal 3 minggu. Kalau pola hidupmu sudah bisa sehat (defisit kalori yang bener dan olahraga yang bener), ini artinya prosesnya bener dan nanti hasilnya juga pasti bener. Lakukan aja 3 bulan, lihat hasilnya bertahap.

Gak ada proses turun berat badan yang instan tapi sehat. Instan tapi berbahaya bagi tubuh, malah merugikan kamu sendiri. Lakukan bertahap tapi sehat itu lebih baik dan ilmu yang kita dapat bisa kita pakai dan share sampai kapanpun."

Nah, setelah mempraktekkan apa yang saya pelajari selama beberapa bulan belakangan, berat saya turun sebanyak 7 kg. Perubahan yang paling signifikan adalah :
๐ŸŒธ Rambut rontok berkurang.
๐Ÿ Kaki tidak kram lagi setiap pagi.
๐Ÿ‰ Gusi tidak berdarah lagi setiap menggosok gigi.
๐Ÿ˜Ž Mata tidak berkunang-kunang lagi setelah bangun tidur.
๐Ÿ‚ Muka lebih sehat dan jarang berjerawat.
๐Ÿ„ Tidak kram perut lagi kalo duduk kelamaan.
๐ŸŒฝ Stress berkurang.
๐Ÿฉ Lemak di perut berkurang sangat banyak.
๐Ÿ‘ฝ Pipi jadi lebih tirus.
☕ Disaat semua orang flu saya sendiri yang tidak.

Demikianlah, kurang lebih manfaat yang saya dapatkan selama belajar membentuk pola makan sehat. Semoga bermanfaat, yak. ๐Ÿ˜



Referensi :
#rizalnutrisionist
#hansboling
#komunitas fatsecret

You May Also Like

37 Comments

  1. Aku sendiri sbnrnya mshbdlm kategori underweight, tp ttp harus menjaga pola makan. Krn underweight. Bukan berarti aman dari kolesterol dll. Pas aku medical checkup trakhir, ttp aja hasilnya BB dibawah normal, tp level koles mendekati batas atas huahahaha.. lgs puyeng... Makanya aku ttp merhatiin pola makan tp fokus mengurangi makanan yg bisa naikin kadar koles. Berat bdn justru mau ditambah.

    Untungnya aku ga tertarik pake cara instan , yg lwt obat dll. Mengalir ajalah, pake cara mengatur pola makan, kurasa udh cukup. Yg ptg kan ttp sehat :). Apalagi di masa begini, ga mau aja imun tubuh drop

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bener banget mba. Yang penting makanan yang dikonsumsi, gizinya lengkap dan gak berlebihan juga, sesuai kebutuhan kalori masing-masing orang. Mungkin mba nya bisa naikin masa otot aja mba, dengan olahraga. BB juga naik karena berat otot, tapi naiknya yang sehat ๐Ÿ˜

      Hapus
  2. Waaah selamat mba Rini, sudah berhasil menjalankan pola hidup sehat berbonus turun berat badan sampai 7 kg banyaknya :D itu nggak lepas dari efforts yang mba berikan ~ hihi. Kalau saya so far semisal mau diet biasanya atur pola makan dan gizi berimbang. Meski berat badan saya normal, tapi saya masih concern dengan gizi intake jadi saya 6 bulan sekali pasti konsul ke dokter gizi untuk tau apakah tubuh saya sudah menerima gizi yang cukup dan seimbang :D

    By the way setuju sama tulisan mba Rini di atas, kalau kita melakukan diet dengan pola yang benar, maka efek sampingnya justru menyehatkan ~ seperti berkurangannya kerontokan dan lain sebagainya :) semangat terus ya mba, semoga mba Rini selalu dalam keadaan sehat, agar bisa terus berbagi tulisan kepada pembaca :D<3

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi... Jadi malu saya ๐Ÿ˜… itu jaman dimana saya emang lagi konsisten mba, kalo sekarang-sekarang ini semangatnya lagi lumayan kendor. Tapi karena pernah melatih diri untuk terbiasa makan dengan pola itu. Jadi kalo pas mo makan, cara berpikir kita itu udah beda, karena polanya udah tertanam, jadi yah otomatis bisa ngerem kalo udah mulai kebablasan ๐Ÿ˜‚

      Amiiiiiin.... ๐Ÿ˜

      Hapus
  3. Mbak, kalo untuk menaikkan berat badan gimana yak? Orang lain sukses nurunin berat badan,koq sy susah pake bangeeet buat naikin berat badan ๐Ÿ˜,intinya ga boleh melakukan sesuatu kyk diet itu secara instan yo mbak, krna ga bagus efeknya, problemku koq sama kyk mbak Fanny diatas yaa... Mau nambah sekilo aja sysusyaahhh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin mba nya bisa nyoba, makanan sehat yang kalorinya tinggi tapi size nya kecil, kayak alpukat ato kacang2an, dark coklat, kurma ato buah kering. Funfoodnya bisa sesekali martabak mungkin mba, karena makan dikit aja itu kalorinya gede bgt ๐Ÿ˜

      Hapus
  4. Manfaatnya diet gede banget ternyata. Wah, berarti kalau orang-orang yang katanya diet malah jadi gemetaran itu diet yang dijalani salah ya, Mbak Rin? Hehehe.

    Aku juga mau ikutan diet, Mbak. Tapi karena dikomporin orang-orang katanya diet bukannya bikin turun berat badan, malah bikin tipes aku jadi takut diet. Tapi setelah baca tulisannya Mbak Rini ini sepertinya aku bakal mulai mempraktikkan diet deh. Tapi kyknya mulai dari yang kecil dulu kali ya, biar gak kaget. Seperti mengurangi makan junk food dulu.๐Ÿ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diet itu artinya pola makan mba, bukan menahan lapar ๐Ÿ˜ kalo ada cara yang lebih baik buat apa kita menyiksa diri mba, mungkin hanya karena ketidaktauan, sama seperti saya dulu ๐Ÿ˜‚ karena kita pengennya kan sehat dan langsing kalo bisa seumur hidup jd penerapan pola makannya yah yg bisa kita lakukan untuk selamanya, jadi lakukanlah dengan nyantai tapi konsisten dan tidak terbebani. Lama2 akan terbentuk sendiri pola hidup sehat seperti itu, tanpa keterpaksaan dan tekanan. Bukan karena pengen cepet2 turun bb demi keindahan untuk mata orang lain tanpa memperhatikan kaidah kesehatan pada diri sendiri ๐Ÿ˜‚.

      Kalo diliat dari fotonya Mba Roem, kayaknya body nya itu udah ideal, mba ๐Ÿ˜

      Hapus
  5. Kalo saya malah pengin gemuk tapi kok susah ya, sudah makan sehari 3x bahkan kadang 4x tapi tetap lewat saja, gorengan juga kadang makan sehari 3 pcs tapi berat masih segini aja.

    Berat badan saya cuma 48 kg, kalo habis puasa malah kadang turun jadi 45 kg. Kadang biar keliatan ideal tiap mau ditimbang saku aku kasih batu biar berat naik jadi 60 kg.๐Ÿ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gak bakalan gemuk mas, kalo seharian yg dimakan cuman gorengan 3 biji ๐Ÿ˜…

      Kalo sepengetahuan saya ya mas, ada 3 kemungkinan lagi kalo udah makan banyak yg sehat sesuai itungan kalori tapi gak gemuk2
      1. Kemungkinan kena tb, soalnya temen saya setelah berobat akhirnya baru bisa gemuk
      2. Ada kelainan/masalah pada pencernaannya, jd kalo udah segala upaya tp gak gemuk2 sebaiknya kudu periksa ke dokter (itu adalah alarm bahwa ada yg gak beres sm tubuh kita.
      3.Cacingan ๐Ÿ˜”

      Hapus
    2. Sepertinya kalo TB sih ngga, nafas biasa saja, batuk paling kalo lihat tetangga sebelah lewat uhuk.

      Kalo cacingan sih kurang tahu, tapi pernah minum obat cacing biasa saja. Ngga ada cacing keluar.

      Kalo masalah pencernaan kurang tahu juga, mungkin perlu di cek secara lengkap kali ya

      Hapus
    3. Kalo soal tb ini ya mas, temen saya itu gak ada gejala tb nya. Pernah demam gak turun2 dan dada nya agak sakit, abis itu sembuh. Dikira hanya masuk angin, karena abis pulang dari perjalanan. Beberapa bulan kemudian karena diwajibkan dari kantor untuk medical cek up. Ternyata, ada plak di paru2nya dan Positif TB. Dari situ langsung perawatan selama 6 bulan. Batuk-batuk itu muncul kalo penyakitnya udah parah kayaknya.

      Hapus
    4. Kalo demam jarang sih, dada sakit juga ngga, paling perut doang memang sakit, soalnya lagi puasa belum diisi.๐Ÿ˜…

      Kalo aku lebih prefer ke pencernaan kayaknya, soalnya suka makan asal saja seperti gorengan.๐Ÿ˜‚

      Hapus
    5. deugh, suka makan asal gorengan, kalo pencernaan sering bermasalah semoga bukan tipes ya mas ๐Ÿ˜‚ soalnya dulu pernah tuh, saya makan siangnya cuman gorengan aja tiap hari, dan pada akhirnya kena gejala tipes ๐Ÿ˜‚

      Hapus
    6. Kalo makan siang gorengan saja sih belum pernah, soalnya pasti masih lapar. Soalnya biarpun makan gorengan lima, mie ayam, bakso, pempek, kwetiau, cimol, basreng, dan lainnya, kalo belum makan nasi itu namanya belum makan.๐Ÿ˜‚

      Hapus
  6. Ada yang pernah diet untuk mengecilkan perut? Saya kok merasa nggak makan yang aneh-aneh tapi perutnya agak buncit ya hahaha. Duh, kan malu. Share dong kak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya kita itu gak bisa ngatur yg mana bisa kecil duluan, sama kayak kita gak bisa ngatur yg mana bakal gendut duluan, pipi, perut ato lengan, kecuali olahraga tapi gunanya kan untuk mengencangkan sebenernya ๐Ÿ˜‚

      Kalo saya kmrn2, biasanya kalo kita kurangin mengkonsumsi gula, karbo, atau makanan yg mengandung gula tinggi, nah biasanya itu yg bikin perut kempes duluan ๐Ÿ˜‚

      Hapus
    2. Tidak makan tiga hari mungkin bikin perut kempes juga ya mbak.๐Ÿ˜‚

      Hapus
    3. Bukan hanya perutnya yg kempes itu mas, nafasnya juga kembang kempes, besok2nya nyawa melayang ๐Ÿ˜…

      Hapus
  7. Wah keren sekali Kak, sungguh lengkap dan bahkan dikasih tambahan informasi "Perubahan yang paling signifikan". Aku kebetulan mengalami rambut rontok dan mungkin itu karena pola makanku yang akhir-akhir ini kurang sehat.

    Hmm... mau kembali hidup sehat dan makan sehat lagi deh.

    Minggu ini udah mulai membiasakan lagi sih, dengan beli bahan-bahan ke pasar juga.

    Jaga kesehatan ya Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ๐Ÿ˜ ayo mba kita hidup sehat. Ati2 ke pasarnya y mba, pake masker dan jaga jarak yah ๐Ÿ˜‚

      Hapus
  8. ya ampuunnn, notednya banyak amaaattt hahaha.
    Saya pengen diet Mba, bukan buat langsing, tapi biar sehat.
    Saya sadar banget betapa saya ini nggak sehat sekarang, kalaupun saya belum sakit, hanya karena imun saya yang masih belum nyerah membantu saya melawan penyakit :D

    Tapi ya gitu, masih belum bisa konsisten.
    Punya anak kecil itu, saya bahkan makan sisanya mereka, masih nyusuin pula, di mana sekarang entah karena si adik udah gede dan sekali minum niat banget, abis nyusuin saya sampai gemetaran dan jadinya kudu diisi makanan yang banyak hiks.

    Padahal dulu sebelum punya anak 2, saya udah kenyang tuh hanya dengan makan nasi sedikit dan sayuran yang banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo masih ASI mah enak mba, makan banyak juga susah gendutnya. Nurun ke anak semua ๐Ÿ˜‚. Tapi kalo masih ASI gak boleh diet mba, kasian anaknya. Soalnya jatah makan emaknya itu kan buat dua orang ๐Ÿ˜‚. Apalagi kemaren itu saya jg sempet tandem nursing, wow rasanya aduhai, kelaperan terus tapi gak ada yang bisa dimakan, karena gak sempet masak. Ujung2nya makan makanan bayi, bubur dan rebus2an yang ternyata itu adalah apa yang disebut makanan diet (pola makan yang sehat) ๐Ÿ˜‚

      Hapus
    2. wahaahahahaha, iya kah Mba? makan makanan bayi? :D
      Menarik juga meski lucu juga bayanginnya :D
      Kalau biskuit bayi saya doyan sih, kalau bubur bayi belom pernah sih hahahaha

      Hapus
    3. Iya mba, tapi jatah emaknya gak sampe di blender, langsung digigit hihihihi ๐Ÿ˜‚

      Hapus
    4. qiqiqiq, tetep aja aneh.
      Eh tapi saya baru ingat, dulu sisa makanan si kecil yang pernah saya makan adalah bubur :D
      Biasanya saya tambahin santan dan gulmer, jadi deh lebih enak hahahaha

      Hapus
  9. "Menjauhi semua fasilitas yang mempermudahkan kita untuk memperoleh camilan tidak sehat."

    Harus segera saia lakukan ini, tanda-tanda 'lemak luber' udah ada ini HAHA.

    BalasHapus
  10. Wah, fun food saya kebanyakan nih mba, terutama gorengan, duhhhh ini godaan pola makan terbesar

    Selama kurang lebih 5 tahun ini, berat badan saya cuma maju mundur cantik aja. Turun 3-5 kilo, terus naik lagi, gitu aja terus, wkwkwk

    Tapi sejak beberapa bulan terakhir ini, batuk karena alergi kambuh, ditambah olahraga yang belum bisa sekenceng dulu lagi, hiks jadilah badan protes!

    Saatnya berbenah dengan niat yang bener-bener ini, pengen menua dengan sehattttt, dan kalo nantinya bisa langsing macam sophia lajutba, yaa anggaplah itu bonus, xiixiixixiiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. gpp makan funfood macem2 mba, asal porsinya sedikit aja. Misal sesuap ato sesendok, kan yang penting udah nyicip ๐Ÿ˜‚ tapi kalo sedikit-sedikit tapi sering yah sama aja ya mba ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜…

      Stabil brarti berat badannya ya mba. Hmm kalo olahraga sejak stayathome ini emang agak gimana yah, kyknya emang enak klo olahraga diluar, lebih seru ๐Ÿ˜

      Amiiin, ayok semangat mba. Saya pengen jg langsing kyk sophia latjuba, eh tapi umurnya belio berapa sih? Awet muda kayaknya ๐Ÿ˜…

      Hapus
  11. Sebenarnya kunci diet itu pola hidup yang sehat ya mbak, termasuk pola makan yang teratur nan sehat.

    Duh saya ini kadang bandel, kalo makan ditunda yaudah lupa makan deh. Padahal gak baik untuk kesehatan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin gini aja mba, gak papa lupa makan, yg penting jumlah asupan kalori selama satu hari terpenuhi. Jadi kalo siang gak makan, malemnya makan yg kalori agak tinggi biar gak kekurang kalori per satu harinya, IMO ๐Ÿ˜

      Hapus
  12. Adik saya pernah juga mengalami mirip dengan penulis. Dalam waktu sebulan turun 7 kg tapi setelah itu tepar. Terima kasih ini sungguh panduan dan warning buat yg nafsu banget pingin diet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, yg begitu itu senengnya cuma sebentar. Abis itu sakitnya lama. Kadang bukan hanya itu aja, setelah sakit bb nya juga bakal balik lagi ke asal bahkan bertambah. Jadi resikonya ini gak main-main, karena bisa aja penyakit yg didapet bakal kita tanggung seumur hidup. Demi cepet kurus dalam waktu beberapa bulan saja

      Hapus
  13. Wahahahaha nga pernah mau sembarangan diet. Kalau makan ya, makan. Kalau masalah diet mencari penurunan berat badan, tinggal kerja sampai stress saja, nanti berat badan pasti turun sendiri wgwggww

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tujuan pola makan sehat itu biar kita bisa sehat, syukur2lah sampe tua. Turun berat badan itu adalah efek/bonusnya. Kalo cuma sekedar pengen turun berat badan ya bener, tinggal kerja sampe stress ato gak makan2 juga bisa tapi kita gak tau yang terjadi ke depannya, biasanya kegiatan seperti itu, ibarat menabung penyakit yang akan kita panen pas tuanya ๐Ÿ˜… saya bilang ini bukan karena saya sudah sehat, tapi karena saya dulu tidak menjaga pola hidup sehat, jadi yah belajar dari kesalahan, walo sekarang sering goyah tapi setidaknya, yah sekarang bisa di rem2 lah sedikit ๐Ÿ˜‚

      Hapus
  14. Wah. Iya nih. Aku juga lagi membiasakan makan lebih banyak real food. Agar lebih sehat dan badan fit saja.
    Karena sekarang sedang menyusui, aku gak terlalu pusing masalah berat badan. Karena bisa auto langsing selama 2 tahun, hahahaha..

    BalasHapus